Senin, 16 Januari 2012

CARA PEMBUATAN PUPUK KOMPOS/ ORGANIK


Salam HIMMATETA, pada kesempatan pagi yang cerah ini saya akan memuat sebuah artikel hasil karya teman-teman HIMMATETA. Mungkin akan bermanfaat bagi kita semua.

Penggunaan pupuk organik memiliki beberapa keunggulan diantaranya: menekan biaya penggunaan pupuk, tidak tergantung penuh pada pupuk buatan, meningkatkan mikrobia tanah, memperbaiki struktur tanah, memperbaiki pH tanah, menyediakan unsur hara mikro, mudah membuat, digunakan dan irit biaya.

1. Fine Kompos

Bahan-bahan :
• pupuk kandang : 830 kg
• EM4 : 15 Ltr
• Dedaunan : Secukupnya
• Serbuk Gergaji : 100 kg
• Abu : 100 kg
• Kapur/Kalsit : 20 kg

Cara pembuatan :
a. Tempatkan bahan-bahan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung dan hujan (demplot).
b. Siram Dengan EM4 secara merata pada pupuk kandang dengan ketinggian max 1 M.
c. Taburkan Kapur, Abu,serbuk gergaji secara merata.
d. Lakukan penumpukan pupuk kandang secara terus menerus, hingga pupuk kandang itu habis.
e. Apabila sudah selesai, tutup permukaan pupuk kandang dengan daun pisang dll.
f. Pertahankan kadar air 40 – 60 % selama proses pengomposan (tambahkan air bila kering).
g. Pembalikan 1 minggu sekali, minimal 3 kali pembalikan.
h. Waktu pemrosesan pengomposan sekitar 3 - 4 minggu.


MATERI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK / PENGOMPOSAN

Kenampakan dan Sifat hasil akhir pengomposan
Karakterisasi kompos yang telah selesai mengalami proses dekomposisi adalah sebagai berikut:
a. Berwarna coklat tua sampai kehitam – hitaman.
b. Tidak larut air, tapi ada sebagain dapat terlarut menjadi suspensi koloid,
c. Terlarut dalam larutan alkali.
d. Mempunyai nisbah C/N berkisar antara 10 - 20
e. Mempunyai kemampuan yang tinggi dalam pertukaran ion dan pengikatan lengas.
f. Dapat meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur N,P,K dan Mg. Selain itu juga mengandung unsur hara mikro yang lain.


Faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pengomposan:
• Ketersediaan bahan dasar / biomassa dengan nisbah C/N 25:1
• Aliran udara (aerasi) selama proses pe4ngomposan berlangsung harus berjalan lancar.
• Kelembaban dipertahankan antara 40% - 60%
• Suhu ideal pengomposan dijaga 40oC – 60 oC

Mempercepat Proses Pengomposan
Usaha mempercepat proses pengomposan dapat dilakukan dengan memberikan inokulan mikroorganisme selulopati untuk meningkatkan kandungn Nitrogen dan Phospat sekaligus dapat menurunkan keruahan secara cepat.

a. Aktivator Organik.
Setiap bahan yang berfungsi meningkatkan aktivitas mikroorganisme dalam proses dekomposisi disebut activator. Aktivator organik merupakan bahan yang mengandung Nitrogen dalam jumlah banyak dan bermacam bentuk termasuk protein, asam amino dan urea. Beberapa contoh activator alami berupa fungi yang diambil dari kompos yang sudah matang, kotoran ternak, darah kering, sampah, tahan yang kaya humus dll.

b.Aktivator Nitrogen
Untuk mempercepat proses dekomposisi bahan – bahan yang Nitrogen rendah seperti jerami, daun kering, serbuk gergaji, tongkol jagung dan gulma, diperlukan penambahan nitrogen. Bahan – bahan activator Nitrogen berupa limbah pemotongan hewan, tepung tulang dan minyak non nabati.. Sustrat campuran yang kaya nitrogen seperti kotoran ternak dan enceng gondok, residu legum dapat dikomposkan tanpa penambahan nitrogen.

c. Kultur Selulopati.
Kultur selulopati dapat diisolasi dan digunakan sebagai inokulan untuk mempercepat proses pengomposan. Beberapa kelompok mikroorganisme seperti fungi dan aktinomisetes mempunyai peranan besar dalam peruaraian selulose. Isolasi bakter, jamur dan aktinomisetes dapat dilakukan langsung dari substrat alami seperti: kompos, pupuk ikandang, tanah dan dekomposisi residu tanaman.
Isolasi bakter, jamur dan aktinomisetes dapat juga dilakukan dengan menumbuhkan melalui teknik pengayaan pada media yang sesuai seperti media asperagin untuk jamur, media Hans untuk bakteri dan media Kenknight untuk aktinomisetes

d. Penggunaan Batuan Fosfat
Batuab fosfat mempunyai pengaruh yang menguntungkan dalam meingkatkan proses biodegradasi bahan organik. Penambahan batuan fosfat sebanyak 1 % dapat meningkatkan dekomposisi jerami padi oleh jamur selulopati.

e. Teknologi EM ( Mikroorganisme Efektif )
Mikroorganisme Efektif merupakan kultur campuran berbagai jenis mikroorganisme yang bermanfaat ( bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, ragi, aktinomisetes dan jamur peragian ) yang dapat dimanfaatkan sebagai inokulan untuk meningkatkan keragaman mikrobia tanah. Pemanfaatan EM dapat memperbaiki kesehatan tanah dan kualitas tanah dan selanjutnya memperbaiki pertumbuhan tanaman.


APLIKASI DOSIS PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK

- Tanaman perkebunan 2,5 – 5 Kg/pohon, diberikan disekitar akar tanaman
- Tanaman holtikultura 2 – 2,5 Ton/Ha diberikan sebelum dan saat tanam dengan sistem larikan atau disekitar tanaman
- Tanaman padi 1- 5 Ton/Ha, diberikan sebelum tanam (setelah pengolahan tanah) dengan cara ditabur.
- Tanaman hias 1/3 pupuk organik : 1/3 media : 1/3 sekam

Sumber: Bima Sakti NTN

Posted by Martony

1 komentar :

  1. Teruslah berkibar semangatnya para teman-teman semua.:30

    BalasHapus